Rabu, 07 Juli 2010

Soushiki (upacara Pemakaman ala Jepang)

Soushiki Adalah upacara Pemakaman dg tujuan untuk menghormati orang yang uda meninggal .
Soushiki sendiri merupakan Gabungan kebiasan Tradisi Agama Budha dan Shinto

Soushiki Trems (Funeral)

Seperti banyak orang yang uda Ngerti tentang Orang Jepang
orang jepang Mempunyai Keterbukaan yang luar biasa dalam artian walaupun negara itu mayoritas memeluk agama Shinto dan Budha tapi mereka tidak segan2 Menerima acara2 keagamaan atau budaya lain
Contoh di jepang pun ada banyak warga yang Nota Bene Pemeluk Shinto.. tidak segan2 merayakan Natal Bahkan Ikut Kebaktian Greja bukan Mereka itu Plin plan
Tapi biasanya Merka Ingin mengerti sebuah Culture atau agama lain aja...

Tapi satu sisi Yang Mereka Tetep Pegang Teguh adalah sisi budaya warisan Nenek Moyang Mereka sendiri...
salah satunya Upacara Kematian Soushiki ...
Upacara Ini berlangsun 2 Hari Penuh Terdiri dari Tsuya dan Kokubetsu shiki dahulu kala banyak dilangsungkan dirumah yang berduka cita tapi sekarang banyak di lakukan di Gedung sewa duka cita.

Bagi yang datang diharuskan Menggunakan Pakaian gelap/hitam atau setidaknya warna yang mewakili upacara duka cita ..dan satu lagi dilarang keras memakai perhasan.

Selain itu para Pelayat diharuskan Memakai JUZU (Semacam Tasbih /rosario Milik Umat Budha )
Dan Para Pelayat jg diharuskan Membawa o-koden atau Uang Duka cita Yang nantinya dimasukan Ke Amplop yng biasa Orang Jepang sebut koden bukuro
Jumlahnya harus tergantung kedekatan pelayat dan keluarga yang berduka cita...
Konon minimal rata2 Pelayat Menyumbang 10.000 yen/amplop..

Tsuya

Dilakukan Sebelum Jenasah dikremasikan /dimakamkan
pada Hari ini Para Kerabat atau teman diharuskan Menengok Jenasah terahir kalinya
Posisi Jenasah Sendiri diharuska untuk Kepala menghadap Ke utara ?Kita makura
Pada saat ini Jenasah sudah didandani rapi dg pakaian Lengkap terbaiknya biasanya cowo mengenakan setelan Jas Lengkap dan cewe Menggunakan gaun atau Kimono Terbaiknya
sebelum jenasah ini dimasukan ke dalam Peti mati
tentunya Jenasah Ini sudah dimandikan Lebih dahulu

Biasanya Tugas memandikan Jenasah di serahkan kepada Pihak pengurus Gedung duka atau Rumah sakit
tapi ada Jg keluarga yang mengurus permandian Jenesah anggota mereka sendiri...

Ada Beberapa Hal Yang Harus MMers Perhatikan Jika Menghadiri Upacara Pemakaman Ala Jepang
1. Pakaian Pelayat
2. O koden/uang duka
Hal Yang Paling Utama adalah saat Memasuki Ruang Duka Cita Mmers harus Membungkukan badan Serta Mengucapkan "konodabi wa goshusho sama desu "(mengucapkan ikut berduka cita) deng suara yang lembut
Kemudian Mmers Harus Menju altar dimana Peti Jenasah Diletakan Sera Memanjaakan doa Menurut Keyakinan Mmers sendiri...
Setelah Mendoakan almarhum Mmemers Harus balikbadan serta Membungkuk kepada Tuan Rumah (Anggota Keluarga Yang berduka)

Setelah Itu anggota Keluarga Alamarhum akan menghatar Mmers menuju Tempat duduk Untuk berbagi Cerita dg Keluarga atau Teman almarhum..


KoKubetsu shiki (Final Ceremony)

Biasanya hari terahir upacara Para Pelayat akan diberi kain berwarna Hitam/putih Untuk diikatkan di Lengan
Sebelumnya tetap acara akan di pimpin oleh Pendeta Shinto/budha/kristen Sesuai keyakinan almarhum
Setelah Upacara Doa Selesai Para tamu di persilahkan Untuk Melihat Jenasah Yang Akan di songsong ke Reikyusha (Mobil Jenasah) menuju tempat Kremasi Karena di Pemerintah jepang sekarang tidak memperbolehkan orang yang meninggal dikubur
Setelah Menggiring menuju Tempat Kremasi biasanya Para undangan serta Kerabat Dekat akan Menanti sampe ahir Proses Kremasi tersebut dan setelah jenasah selesai di Kremasi akan dimasukan Ke kotak yang disebut Kotsutsubo
Kotsutsubo ini kelak akan dibawa kerumah untuk ditaruh di altar khusus selama 35 hari dg dupa yang harus menyala selama 24 jam
Setelah 35 hari Kotsutsubo akan dibawa Kerumah khusus penyimpanan abu jenasah peringatan terhadap almarhum akan dilakuan biasanya hari ke 7 ke 49 tahun pertama,tahun ke 3,tahun ke 5,tahun ke 7,ke,13 dan terahir tahun ke 50

Obon

Orang jepang hingga kini masi yakin pada saat perayaan Obon arwah para leluhr mereka akan kembali kerumah para keturunannya...
untuk sekedar menjenguk atau melindungi anggota keluarga mereka yang ada di dunia ini
Perayaan ini dilakukan rutin tanggal 13 sampai 16 bulan agustus

pada Tanggal 13 agustus keluarga akan ke rumah abu untuk mengajak nenek moyangnya menjenguk mereka dan tgl 16 Keluarga akan berdoa jg mengajak Nenek moyangnya untuk kembali lagi ke alam baka

Note...: Saat Kita Hadir ke acara biasanya Keluarga yang berduka aakan Memberikan
souvenir sekotak teh hijau lengkap dg karu ucapan trimakasih
Konon di masa lampau saat upacar pemakaman selalu ada upacra minum teh juga....
tapi sekarang di rubah dikit dg membagi daun teh /Kotak teh dg alasan Kepraktisan
Teh adalah bagian sakral dalam upacara2 agama budha dan shinto...
Konon Budha sendiri gemar meminum teh ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar